FAQ

Apa itu BMAI?

BMAI adalah sebuah badan hukum berbentuk Perhimpunan, berasaskan Pancasila, berlandaskan Undang-Undang Dasar 1945, melakukan kegiatan dibidang sosial didirikan oleh Asosiasi-asosiasi Usaha Perasuransian di Indonesia yaitu : Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI), Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI), dan Asosiasi Asuransi Jaminan Sosial Indonesia (AAJSI).

Apa sebab adanya BMAI?

Penyelesaian tuntutan ganti rugi/manfaat asuransi sering tidak memuaskan Tertanggung

Berakibat memburuknya reputasi dan citra industri perasuransian nasional

Sengketa klaim dengan jumlah kecil tidak efisien bila dilakukan melalui Majelis Arbitrase (Ad-hoc) atau Pengadilan Negeri.

Diperlukan cara penyelesaian sengketa klaim asuransi yang adil, cepat dan murah untuk membangun reputasi industri perasuransian nasional

Apa manfaat BMAI?

Bagi konsumen Asuransi yang kurang memahami hal-hal perasuransian dan yang kurang mengerti masalah hukum serta yang ketiadaan dana untuk menyelesaian sengketanya melalui pengadilan, akan mendapat :

Kemudahan solusi bagi permasalahannya

Pelayanan penyelesaian sengketa secara lebih cepat, murah , adil dan rahasia

Akses penyelesaian sengketa yang lebih gampang.

Tempat untuk berkeluh kesah

Sengketa apa saja yang dapt ditangani BMAI?

Semua sengketa dapat diajukan dan ditangani oleh BMAI dengan ketentuan :

Pemohon yang mengajukan adalah pihak yang berkepentingan

Anggota yg terlibat dalam sengketa harus merupakan pihak yang tunduk pada jurisdiksi BMAI karena masing terdaftar sebagai anggota BMAI

Sengketa yang timbul dari permasalahn berkaitan dengan hubungan Pemohon dengan Anggota

Lingkup Sengketa yang diajukan harus berada dalam Jurisdiksi BMAi sejak BMAi didirikan

Anggota tidak dapat meyelesaikan sengketa secara langsung dengan Pemohon sesuai dengan tuntutan Pemohon dala waktu 30 (tigapuluh) hari sejak disampaikannya keberatan oleh Pemohon kepada Anggota

Semua sengketa yang belum pernah diajukan oleh Pemohon kepada Anggota sehingga Anggota belum mendapat kesempatan untuk menyelesaikannya secara langsung akan dianggap sebagai keluhan dan bila diajukan kepada BMAI, maka BMAI akan mengembalikannya kepada Anggota untuk mendapat pertimbangan terlebih dahulu

Berapa Nilai Sengketa yang dapat ditangani BMAI?

Nilai tuntutan ganti rugi atau manfaat polis yang dipersengketakan tidak melebihi Rp. 750 jt per klaim untuk As. Umum dan Rp 500 juta per klaim untuk Asuransi jiwa dan jaminan sosial

Apa saja Ruang lingkup BMAI?

Lingkup daerah Jurisdiksi BMAI hanya mencakup sengketa terhadap aktivitas anggota atau perwakilannya yang melakukan kegiatan usaha dalam wilayah Republik Indonesia

Apa saja sengketa yang dikecualikan BMAI?

Keputusan yang dibuat atas dasar pertimbangan komersial

Kebijakan harga, suku premi (tarif), kurs valuta asing

Kasus yang sedang dalam proses investigasi pihak berwajib

Sengekta yang telah melebih 6 (enam) bulan sejak penolakan terakhir penanggung

Sengketa yang sebelumnya telah diselesaikan secara langsung antara Pemohon dan Anggota

Sengketa yang belum mendapat penolakan final dari anggota

Sengketa yang berkaitan dengan anggota yan gdikenakan sanksi pembatasan

kegiatan usaha (PKU) dan /atau Pencabutan izin Usaha Perasuransisan

Sengketa yang pernah atau sedang disidangkan di Pengadilan

Siapa saja anggota BMAI?

Asuransi Umum

Asuransi Jiwa

Asuransi Sosial

Asuransi Syariah

Reasuransi

.

Apa yang menjadi sasaran Utama Mediasi dan Ajudikasi?

BMAI didirikan denga tujuan untuk memberikan pelayanan yang profesional dan transparan yan gberbasis pada kepuasan dan perlindungan serta penegakkan hak-hak Tertanggung atau pemegang polis melalui proses Mediasi dan Ajudikasi.

Apa itu Mediasi ?

Mediasi menurut ketentuan BMAI yaitu proses penyelesaian sengketa melalui upaya musyawarah dan mufakat antara Pemohon dan Termohon (anggota) yang difasilitasi oleh Mediator

Bagaimana Cara Pengajuan Permohonan Penyelesaian Sengketa di Mediasi?

Tertanggung atau Pemegang Polis harus mengisi dengan lengkap Formulir Permohonan Penyelesaian (FPPS) yang disediakan BMAI dan menyampaikannya kepada BMAI, untuk digunakan sebagai dasar melakukan investigasi atas suatu sengketa.

Formulir dapat diunduh langsung di website BMAI

FPPS yang sudah dilengkapi dapat diantar langsung ke alamat kantor BMAi dan/atau dapat dikirim ke BMAI termasuk dokumen-dokumen yang dimintakan dalam FPPS tersebut

Kapankah Waktu Pengajuan Permohonan?

FPPS harus diisi dan disampaikan oleh Pemohon kepada BMAI paling lama dalam waktu 6(enam) bulan terhitung sejak anggota menyampaikan surat penolakan Final kepada Pemohon

Pemohon Wajib memberikan bukti-bukti dana tau dokumen sebagai kelengkapan FPPS antara lain :

  • Copy polis Asuransi
  • Copy surat penolakan final dari anggota
  • Copy identitas pemohon
  • Ringkasan peristiwa atau kronologis peristiwa sampai dengna terjadinya perselisihan
  • Fakta-fakta hukumnya seperti surat menyurat/emai dengan pihak Termohon, jika ada.

Berapa lamakah proses Penyelesaian Sengketa di BMAI?

Setelah FPPS diterima BMAI, sengketa akan ditangani oleh Mediator dengan melakukan verifikasi kelengkapan dan kebenaran administrasi sesuai yang dipersyaratkan peraturan ini.

BMAI akan memberikan jawaban kepada Pemohon dalam jangka waktu 3 (tiga) hari setelah FPPS diterima.

BMAI akan memberitahukan pengaduan Pemohon ke pihak Termohon dan meminta informasi dan materi atas yang dipersengketakan, melalui surat yang ditembuskan ke Pemohon, dan pihak Termohon Wajib menjawab surat BMAI selambat-lambatnya 21 (dua puluh satu) sejak surat diterima.

Selanjutnya BMAI akan memanggil para pihak untuk dilakukan Mediasi dan menandatangani Surat Perjanjian Mediasi

Penyelesaian Sengketa pada proses mediasi dilakukan dalam waktu paling lama 30 (tigapuluh) hari terhitung sejak tanggal ditandatanganinya Surat Perjanjian Mediasi secara lengkap.

Apabila Pemohon berada diluar Jabodetabek, maka Mediator dapat menyelenggarakan Mediasi dengan memanfaatkan fasilitas alat komunikasi telepon, fax, email atau dengan mendatangi Pemohon.

Bagaimanakah Keputusan Mediasi?

Para pihak setelaeh pertemuan dan negosiasi diharapkan mempunyai kesamaan pendapat . Dalam proses mediasi, keputusan akhir negosiasi berada sepenuhnya ditangan para pihak dan bukan para Mediator. Mediator hanya berfungsi sebagai fasilitator untuk memudahkan para pihak bernegosiasi untuk mengambil keputusan

Apa itu Ajudikasi ?

Ajudikasi menurut ketentuan BMAI, adalah cara penyelesaian sengketa diluar arbitrase dan peradilan umum yang disepakati oleh para pihak untuk diselesaikan melalui BMAI dengan maksimum nilai klaim Asuransi sebagaimana ditetapkan dalam Peraturan dan Prosedur Ajudikasi BMAI

Bagaimana Cara Pengajuan Permohonan Penyelesaian Sengketa di Ajudikasi?

Ajudikasi diselenggarakan berdasarkan Permohonan Ajudikasi yang diajukan pendaftarannya oleh Pemohon kepada BMAI.

Pemohon Wajib mengisi dan menyampaikan Formulir Permohonan Penyelesaian Sengketa Ajudikasi (FPPSAj) dan mengantarkan langsung ke BMAI paling lama dalam waktu 10 (sepuluh) hari terhitung sejak hari upaya penyelesaian sengketa melalui Mediasi BMAI tidak mencapai Kesepakatan perdamaian.

FPPSAJ harus disertai Permohonan Ajudikasi sebanyak 5 (lima) rangkap

Konfirmasi penerimaan/penolakan pendaftaran Permohonan Ajudikasi disampaikan paling lama 10 (sepuluh ) hari terhitung sejak tanggal FPPSAj dan Permohonan ajudikasi diterima Pengurus

Apabila pendaftaran ditolak pengurus, Pemohon dapat mengajukannya kembali dengan memenuhi persyaratan-persyaratan paling lambat 15(limabelas) hari terhitung berakhirnya btas waktu.

Bagaimanakah Keputusan Ajudikasi?

Keputusan Ajudikasi bersifat Final And Binding bagi para pihak,putusan majelis ajudikasi BMAI hanya mengikat Penanggung saja, artinya, jika Pemohon menerima putusan majelis ajudikasi, maka Penanggung harus melaksanakan putusan majelis ajudikasi.

Sebaliknya, jika Pemohon tikda menerima putusan majelis ajudikasi, artinya ketika tuntutannya diputuskan ditolak oleh majelis ajudikasi, maka Pemohon bebas untuk mencari upaya hukum lainnya, misalnya Arbitrase atau Pengadilan.

Mengapa keputusan Ajudikasi bersifat Final And Binding?

Keputusan Ajudikasi bersifat final and binding, karena para penanggung adalah Anggota BMAI yang Wajib terikat pada putusan perhimpunannya, sedangkan Pemohon (Tertanggung/Pemegang Polis/Termaslahat) adalah pihak lain yang tidak merupakan Bagian dari BMAI, dan oleh karena itu mereka tidak dapat diwajibkan untuk terikat pada putusan BMAI.

Siapa saja yang dapat menghadiri Proses Mediasi dan Sidang Ajudikasi?

Pemohon perorangan Wajib mengikuti sendiri semua proses penyelesaian sengketa yang diselenggarakan BMAI melalui Mediasi dan Ajudikasi dan tidak diperkenankan menunjuk orang lain untuk mewakilinya.

Pemohon boleh didampingi paling banyak 2 (dua) orang dan para pendamping tidak mempunyai hak berbicara didalam pertemuan mediasi dan persidangan ajudikasi, kecuali atas izin mediator atau majelis.

Berapa Biaya Mediasi dan Ajudikasi?

Dikarenakan sasaran utama pelayanan pernyelesaian sengketa adalah Konsumen Asuransi orang perorang yang sederharan, yang pada umumnya mempunyai pemahaman yang kurang mengenai Asuransi dan yang tidak mampu membawa perkaranya ke pengadilan kareana kurangnya pengetahuan hukum serta kemampuan finansial untuk membiayai advokat (ahli hukum), maka pelayanan mediasi dan ajudikasi yang diberikan BMAI tidak dikenakan biaya apapun/ GRATIS, baik bagi Pemohon (Tertanggung/Pemegang Polis) maupun Anggota (Perusahaan Asuransi).

Dengan memberikan pelayanan kepada masyarakat sederhana ini, diharapkan masyarakat menjadi lebih percaya dan citra perasuransian semakin meningkat dan dengan demikian timbul keinginan yang lebih besar dari masyarakat untuk berasuransi.

Apa itu Arbitrase?

Pada Tahun 2014 BMAI dalam Rapat Umum Anggota Tahunannya memutuskan memperluas fungsinya dengan penyelenggaraan kegiatan arbitrase. Aribtrase yaitucara penyelesaian sengketa perdata diluar pengadilan umum yang diselenggarakan di BMAI dengan menggunakan Peraturan dan Prosedur yang didasarkan pada Perjanjian Arbitrase BMAI